Monday, February 29, 2016

Please Jangan Jatuh Lagi Ya

Dear 'Abqory....

Hari minggu kemaren 'Abqory mami antar ke tempat latihan Taekwondo. Ini yang kedua kalinya kakak ikut latihan hari pertama kakak ikut latihan besoknya langsung demam. Mami bingung kok tempatnya di gembok dan sepi. Pas mami tanya Kak Arief pelatih Taekwondo ternyata latihannya pindah ke tempat lain di SMK 3 dekat sekolahannya 'Abqory. Dalam hati mami ragu pengen pulang aja tapi gara-gara masang baju sudah ribet dari pagi kayaknya kok sayang ya kalau gak ikut latihan. Jadilah mami tetap antar kesana buat latihan.

Sampai di sekolahan ternyata buanyaak banget yang ikut latihan kakak-kakaknya. Latihannya di lapangan upacara sekolah, hari puanas banget tapi mami tetap nyuruh 'Abqory ikut latihan. Ada 2 anak lain yang sekecil kakak namanya Muhammad dan Husein. Mami minta papanya Muhammad untuk antar kakak baris sama yang lain, mami cari tempat buat duduk ninggalin kakak sama mereka semua biar kakak bisa fokus latihan.



Mami lihat-lihat ternyata kakak-kakaknya lagi belajar mecahin genteng. Kalian bertiga juga disuruh baris kayak kakak-kakaknya ikutan mecahin genteng beneran walaupun gak mungkin bisa. Awalnya bagus aja kakak ikut mereka kesana kemari. Tapi mami lama-lama kok khawatir kakak gak pernah diperhatikan sama pelatihnya. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri sedangkan kakak kan harusnya dilatih betul-betul kayak latihannya Sarang dan Manse Triplets di TV.





Lama-lama 'Abqory lari kesana-kemari main sendiri. Mami perhatikan aja dari jauh. Nanti tiba-tiba ada kakaknya yang jemput 'Abqory kembali ke barisan. Sampai akhirnya 'Abqory ketemu tempat duduk mami. Diajak kakaknya baris lagi 'Abqory bilang gak mau.

Lama 'Abqory main sendiri di dekat mami, mami cuekin aja kakak mau kesana kemari. Sampai ada anak perempuan sama ibunya naik ke kursi. Kakak juga ikut-ikutan sama dia, awalnya mami larang takut ganggu temannya. Ternyata dia gak marah jadi mami biarkan main sama dia. Berapa kali kakak dan pelatihnya datangin 'Abqory ngajak baris tapi 'Abqory gak mau. Mami liat kakak-kakaknya lagi baris rapi terus di pukulin pakai sabuk mungkin tanda naik tingkat ke sabuk yang lebih tinggi. Mami pikir kalau begini terus lama-lama ngapain 'Abqory disini. Latihan engga mainnya iya. Kalau main doang di luar juga bisa gak harus disini.



Terus 'Abqory lari-lari datangin tempat kakak-kakaknya baris. Mami pikir 'Abqory mau ikutan baris juga. Mami tetap di tempat duduk mami baca buku. Mami pikir gak perlu lah dikejar-kejar karena banyak juga orang disana. Tiba-tiba rame orang-orang disekitar sana bilang 'Abqory jatuh. Mami pikir cuma jatuh biasa kakak sering main. Terus ada anak laki-laki datangin mami bilang " 'Abqorynya jatoh kepalanya benjol!!!". Mami pikir benjol biasa kaya kakak sering benjol main kemarin-kemarin. Pas mami mau datangin sudah ada Kak Arief pelatihnya datangin 'Abqory terus sama kakaknya 'Abqory digendong di bawa jalan keluar. Mami liat 'Abqory nangis nyaring.

Agak lama mami mau datangin 'Abqory kakaknya sudah masuk lagi gendong 'Abqory yang gak nangis lagi. Mami pikir 'Abqory gak kenapa-napa cuma jatoh biasa. Mami tanya kakaknya gimana jatohnya tadi? Dia bilang " Tadi jatoh dari tangga tapi saya pegangin tangannya tapi kepalanya kebentur sedikit". Mami pikir gak papa, 'Abqorynya juga sudah berhenti nangis.

Terus 'Abqory duduk disebelah mami. Mami liat badannya kotor semua sampai muka sebelah kirinya berpasir. Mami tanya kakak mau pulang gak kakak bilang "Gak mau" sambil geleng-geleng kepala. Tapi mami liat kok kakak kaya ngantuk banget. Akhirnya karena sudah mulai siang dan 'Abqory gak ngapa-ngapain juga disana mami ajak pulang. 

Kita berdua jalan gandengan kok 'Abqorynya lemes. Mami pikir 'Abqory ngantuk banget. Jalannya sempoyongan nabrak-nabrak kakinya mau jatoh. Akhirnya mami gendong sampai ke motor. Pas mami mau pasangin 'Abqory jaket kok 'Abqory lemah jatoh-jatoh sampai mami teriak " 'Abqory kenapa jatoh-jatoh sih? Ngantuk kah??" Terus 'Abqorynya nangis sesegukan. Mami pikir 'Abqory gak tahan mau tidur. Akhirnya mami gendong sampai berhenti nangisnya terus 'Abqory pejam. Mami gak berani bawa motor kalau 'Abqorynya tidur, susah soalnya kepalanya goyang-goyang. Lama banget 'Abqory sesegukan gak berhenti sambil mami peluk cium-cium.



Akhirnya mami telpon Habba biar Habba jemput naik mobil. Malah Habba mau ke undangan sama Neneknya kakak Fadhil. Mami marah minta jemput kasian 'Abqory sudah ketiduran banget, tapi Habba masih ngotot gak mau jemput karena sudah mau jalan sama mereka katanya. Habba nyuruh mami paksa 'Abqory bangun dulu tapi mami gak mau. Mami juga cium-cium 'Abqory gak bangun. Jadilah mami gendong terus berapa menit sampai kira-kira 'Abqory sudah agak enak tidurnya.

Sudah agak lama mami coba bangunin 'Abqory, 'Abqory mau. Mami becandain sampai 'Abqory ketawa. Tapi 'Abqory masih pejam, senyumnya miring ke kanan. Mami coba bikin 'Abqory berdiri tapi masih goyang-goyang. Mami ajak jalan 'Abqorynya masih jatoh-jatoh. Mami terpaksa pulang naik motor berharap cepat sampai rumah 'Abqory bisa lanjut tidur lagi. Di motor 'Abqory miring terus ke kiri.

Sampai rumah ternyata Habba masih ada dan mobilnya kakak Fadhil baru datang. Seandainya tadi Habba mau jemput juga masih sempat. Kesal juga rasanya kok Habba lebih peduli pergi ke undangan daripada kasihan liat 'Abqory ketiduran. Mami kira 'Abqory ketiduran di motor ternyata masih bangun. Sampai di rumah 'Abqory bisa berdiri, Habba pamit jalan.

Masuk rumah 'Abqory mami suruh masuk pelan-pelan sambil mami pegang. Mami bingung kok masuk rumahnya kakak susah jalannya. Gak bisa naik tangga, merangkak juga gak bisa, lepas sepatu gak bisa. Akhirnya mami bantu semua. Langsung mami gendong ke kamar. Mami minta 'Abqory duduk nunggu mami ganti baju, baru setelah itu mami bersihin badan 'Abqory, bikin susu terus kita tidur berdua.

Lama kita tidur sampai Habba pulang kerumah. Sudah mau jam 3 siang mami baru bangun. Pelan-pelan kakak bangun terus duduk. Pas 'Abqory ngomong mami kaget kok suaranya gak jelas kaya orang gak bisa ngomong, terus mulutnya miring banget ke kanan kaya orang stroke. Mami langsung panik. Mami panggil Habba. Habba mami minta cek kok 'Abqory kaya gini sih setelah jatuh. Terus mami cepat-cepat sholat perasaan mami gak enak.

Pas di cek sama Habba ternyata kepala 'Abqory sebelah kiri benjol besar dan memar merah. Tangan kirinya gak bergerak sama sekali terus gak bisa jalan. Mukanya miring terus ke kanan dan ngomongnya gak jelas. Mami panik kok 'Abqory kaya orang kena stroke. Mami minta 'Abqory dikasih makan, masih mau makan dan bisa gigit jagung. Mami siapin perlengkapan ke IGD Rumah Sakit SMC, karena cuma disitu IGDnya yang cepat dan bersih. Habba minta diurut aja dulu 'Abqorynya. Tapi ngeliat info-info di internet mami semakin khawatir. Akhirnya mami putuskan ke IGD aja dulu liat dokternya bilang apa kalau aman baru mami pergi urut. Mami terus berdoa dan baca Alquran, sampai nangis mami khawatir 'Abqory kenapa-napa. Mami jadi nyesel banget biarin 'Abqory latihan dan biarin 'Abqory main sendirian kesana kemari terus gak khawatir 'Abqory jatoh karena mami pikir 'Abqory sudah sering jatoh dan benjol.

Untung dulu sebelum dikeluarkan dari kantor mami sempat nitip 'Abqory di BPJSnya teman kantor mami jadi mami agak lega bisa bawa 'Abqory ke rumah sakit padahal lagi gak ada biaya sama sekali dan takut kalau bayarannya mahal mami gak mau ngerepotin Habba. Setelah sampai di rumah sakit langsung di cek di IGD. Mami disuruh urus surat-suratnya sampai selesai. Setelah selesai dokternya bilang kalau memang 'Abqory jatoh dan gak muntah, gak pingsan kemungkinan besar luka di kepala 'Abqory gak sampai ke otak cuma luka luar jadi gak perlu di CT Scan. Tapi mami masih khawatir kok bisa kaya orang stroke, tapi dokternya tetap bilang itu gak papa. Dokternya ngasih resep obat nyeri Ibuprofen. Mami khawatir takut obatnya gak diminum karena 'Abqory gak pernah mau minum obat sama sekali. Selesai urusan IGD dokter bolehin pulang dan ternyata memang biayanya gratis pake BPJS.

Kita langsung jalan ke nenek urut. Di jalan hujan deraaas banget. Ada satu orang bayi yang diurut duluan dia nangis-nangis. Mami kira 'Abqory bakal nangis ternyata engga pas diurut. Nenek bilang persendian 'Abqory gak kenapa-napa aman aja. Perasaan mami sedikit lega tapi masih khawatir sama muka dan tangan kiri 'Abqory. Akhirnya mami coba tenang dan tawakal aja sama Allah. Mami coba berpikir positive kalau 'Abqory gak kenapa-napa cuma jatoh dan sakit dan Allah akan cepat menyembuhkan.

Seharian mami khawatir, berapa kali mami nangis dan nyesal. Mami berdoa terus-terusan berharap 'Abqory gak kenapa-napa. 'Abqory lemah banget cuma tiduran aja sambil main. Semakin 'Abqory ngomong hancur hati mami ngeliat mulutnya 'Abqory miring ke kanan. Semakin 'Abqory main sedih mami liat 'Abqory cuma gerakin tangan sebelah kanan aja. Pas 'Abqory maksa jalan sedih mami liat jalannya gak bisa lurus ke depan.

Dua hari keadaan 'Abqory seperti itu. Mami coba pijet tangan kirinya terus buat memastikan kalau tangannya gak papa, masih bisa berfungsi, masih bisa gerak. Mami cek mulutnya kenapa bisa ke kanan terus. Jalannya lumayan membaik, sudah bisa loncat walaupun sebentar. Habba coba kasih 'Abqory minum obat Fenris Ibuprofen. Mami pikir bakal di muntahin lagi kaya dulu ternyata masih bisa 'Abqory telan walaupun terpaksa dan gak dimuntahin sama sekali. Sedikit tenang perasaan mami karena itu obat penghilang nyeri, setidaknya sakitnya 'Abqory bisa berkurang sedikit.

Malam mami liat 'Abqory sudah kecapean tapi 'Abqory gak mau dekat-dekat mami. Maunya sama habba tapi habba pergi ke pengajian. Mami sedih banget rasanya liat 'Abqory lemah kecapean mungkin nahan rasa sakit tapi 'Abqory gak ada ngeluh sakit sama sekali. Terus mami bilang sama 'Abqory " 'Abqory jangan jatuh-jatuh lagi ya, nanti mami sedih kalau 'Abqory sakit nanti mami nangis nih, janji ya" sambil mami nahan nangis. Mami ulang-ulang sampai akhirnya mami nangis sesegukan sendiri khawatir kakak kenapa-napa. Terus ngeliat mami nangis 'Abqory malah lebih nangis sesegukan. Mami peluk 'Abqory sambil nangis nyoba bikin 'Abqory berhenti nangis sampai Habba pulang 'Abqory minum obat terus tidur.

Besoknya keadaan mulai membaik...
Mukanya masih miring ke kanan tapi ngomong sudah mulai lancar dan jelas. Kaki kiri sudah bisa jalan lurus gak nabrak-nabrak dan bisa nendang bola, tapi keadaan tangan kiri masih gak gerak sama sekali. Siang malam mami nangis berdoa sama Allah mudah-mudahan tangannya 'Abqory gak kenapa-napa. 'Abqory gak bisa sekolah Senin dan Rabu. Senin 'Abqory kedatangan Noah kerumah. Noah heboh main tapi 'Abqorynya lemes banget. Main nyuruh tangan mami yang pegang. Ngeliatnya jadi makin sedih mami.

Beberapa hari kemudian mami mulai sedikit lega. Alhamdulillah bersyukur banyak-banyak mulut 'Abqory mulai normal. Mami test ingatan 'Abqory sama sekali gak ada gangguan. Masih bisa baca, ngaji, berhitung. Tangan mulai bergerak cuma jarinya yang belum bisa berfungsi. Mami tes masih bisa ngerasa jarinya cuma tidak bisa menggenggam dan membuka lebar. Udah bisa buka pintu pegang bola dsb. 'Abqory jadi lebih sensitif setiap waktu mukul-mukul mami sama Habba. Mau gak mau mami kasih kesempatan nonton atau main gadget tanpa batas supaya 'Abqory gak kesakitan. Benjol di kepala mulai menyusut, memarnya mulai hilang. Mami jadi semakin yakin 'Abqory baik-baik aja kok cuma sakit. Semua karena kehendak Allah 'Abqory cepat kembali normal.

Sedih banget hati mami hari Sabtu 'Abqory masih bisa lari-lari gak bisa diam ketawa-ketawa minggunya gak berdaya. 'Abqory juga bisa nasehatin diri sendiri " Jangan jatoh jatoh lagi ya nanti mami sedih tuh". Rencananya hari Sabtu 'Abqory sudah bisa masuk sekolah dan datang ke acara ulang tahunnya Andira pulang sekolah.

Ya Allah terima kasih sudah mendengarkan doa-doa kami untuk 'Abqory, sudah menjawab tangisan kekhawatiran ini dengan kelegaan hati. Terima kasih sudah menepati janji kalau Alquran itu obat segala macam penyakit. Mami berharap sakitnya cukup disini aja gak menyebabkan apa-apa di masa depan dan sembuh total hilang pergi dari 'Abqory.

Mulai sekarang mami gak bolehin 'Abqory jatoh-jatoh. Mami takut banget-banget terjadi yang seperti ini lagi. Mami belajar dari sini. Mami tau 'Abqory anak laki-laki dan kuat ternyata 'Abqory bisa kesakitan separah ini, jadi mami gak boleh lengah, mami gak boleh biarin 'Abqory main tanpa pengawasan atau biarin main kelamaan di tempat yang gak aman. Kalau bisa mami aja yang sakit gak usah 'Abqory. Tapi qodarullah namanya kejadian gak bisa di hindari bener-bener skenario dari Allah 'Abqory bisa jatoh seperti itu. Semoga mami gak lalai lagi, mami gak gagal lagi jadi orang tua, mami jadi lebih sabar dan menghargai tingkah laku 'Abqory yang aktif. Karena itu jauh lebih baik daripada ngeliat 'Abqory gak bisa apa-apa dan terbaring lemah.

Semangat ya 'Abqory sehat terus. Semoga Allah kasih ganti yang terbaik sebagai ganti rasa sakit yang 'Abqory rasain. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih tawakal lagi dan mudah-mudahan dosa dan kesulitan kita terhapus yaa sayang.

Jangan jatuh lagi ya 'Abqory soleh sayang...
I love you!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...