Nak, mengandung kamu sangatlah berat. Di usia mami yang masih muda ini harusnya mami sedang sibuk menaklukkan dunia. Mami hampir putus asa dengan diri mami sendiri. Mami gak pernah tau apa yang harus mami lakukan.
Saat ini bukannya menaklukkan dunia, mami harus berjuang keras menaklukkan rasa mual dan muntah yang selalu datang tiba-tiba. Mami harus berfikir keras cara menaklukkan rasa lapar dan perihnya maag yang susah hilang. Di saat yang sama gak ada makanan yang bisa membantu, yang ada cuma pekerjaan kantor yang menuntut untuk diselesaikan.
Bukannya menaklukkan dunia, rasa sakit ini melemahkan seluruh organ tubuh mami yang harusnya gak berhenti bergerak. Mami nyerah nak dan hampir putus asa. Salah mami memang yang harusnya siap kapanpun kamu ditakdirkan untuk datang dalam kehidupan mami. Mami terlalu lemah dan kebanyakan nangis. Mami merasa terlalu kesepian menghadapi ini, rasanya gak ada yang ngerti seberat apa yang sedang mami hadapi.
Untung kamu punya nenek yang hebat. Nenek yang mengingatkan mami kalau Allah swt gak mungkin ngasih beban yang tidak mampu dipikul oleh hambanya. Mami sayang sama Allah swt. kak, walaupun kali ini tantangan hidup mami lebih rumit dari biasanya tapi mami tau Allah swt gak pernah jahat sama mami.
Demi kamu mami putuskan untuk pulang kerumah nenek. Pulang ke tempat yang lebih nyaman untuk disebut rumah. Demi kamu, mami harus meninggalkan ayah sendirian di Jakarta, ya demi kamu kak. Mami gak mau sesuatu yang buruk menimpa kamu karena kebodohan mami yang sering kelaparan. Mami gak mau kamu menanggung beban berat karena kesalahan mami yang gak mampu menaklukan semua tantangan-tantangan ini. Untuk itu mami pilih pulang ke samping orang yang mampu mengendalikan mami, yang mengerti mami dan bisa menguatkan mami.
Inilah hidup nak, gak semua yang mami rencanakan atau yang mami mau bisa berjalan sebagaimana mestinya. Mami bahagia akhirnya mami dirumah ditemani nenek, makan yang kenyang dan sehat, dekat dengan keluarga, semua rela membantu meringankan beban mami. Tapi di sisi yang lain mami sakit tanpa kasih sayang ayah. Mari kita belajar kuat walaupun harus meneteskan air mata seperti ini kak. Untuk kamu, untuk kita.
Ya Allah swt. kuatkanlah.
No comments:
Post a Comment